Showing posts with label Sport. Show all posts

Ditekuk Juve 3-0, Langkah Barcelona Berat Menuju Semifinal
Mirror
TJARITJARI.COM -Bertandang ke Kota Turin pada Selasa waktu Italia atau Rabu dini hari waktu Indonesia dalam pertandingan leg pertama perempatfinal Liga Champions, Barcelona dipaksa bertekuk lutut dengan 3 gol tanpa balas,

Bertandang ke Stadion Juventus, Lionel Messi dkk tak mampu membendung sang bintang lapangan dalam pertandingan ini, Paolo Dybala, yang menjadi rekan satu timn Messi di Timnas Argentina, berkat torehan dua gol untuk Juventus.

Pergerakan Neymar dan Messi pun secara cemerlang dikunci oleh Giorgio Chiellini yang juga menyumbang satu gol di babak kedua. Hasil 3-0 membuat langkah Barcelona menuju semifinal cukup berat. Pasalnya, tim Katalan harus menang dengan skor 4-0 pada leg kedua, meski akan digelar di Nou Camp pada pekan depan.

Namun demikian, statistik pertandingan yang tercatat UEFA, Barcelona sebenarnya unggul jauh ketimbang Juventus dengan komposisi penguasaan bola 65-35 persen. Namun Juventus bermain lebih efisien dengan menorehkan tiga gol dari delapan shot on target, meski Kedua klub sama-sama melepaskan 14 tembakan.

Strategi apik juga diterapkan Juventus pada sepuluh menit jelang pertandingan berakhir, dengan menarik dua pemain bertipe penyerang, Dybala dan Pjanic, yang digantikan pemain bertahan, Rincon dan Barzagli untuk mencoba mematikan pertandingan.

Strategi itupun berhasil menjaga kedudukan tetap 3-0 untuk kemenangan Juventus hingga peluit panjang berkumandang, demikian UEFA.

Susunan pemain:

Juventus: Buffon; Dani Alves, Bonucci, Chiellini, Alex Sandro; Khedira, Pjanic; Cuadrado, Dybala, Mandzukic; Higuain
Cadangan: Neto, Marchisio, Barzagli, Lemina, Asamoah, Lichtsteiner, Rincon

Barcelona: Ter Stegen; Pique, Umtiti, Mathieu; Mascherano, Rakitic, Iniesta, Messi; Sergi Roberto, Suarez, Neymar
Cadangan: : Cillesse, Denis, Alcacer, Jordi Alba, Digne, Andre Gomes, Alena

Wasit : Marciniak (Polandia)


TJARITJARI.COM - Arsenal dan Manchester City harus puas berbagi poin di Emirates Stadium, Minggu (2/4) malam WIB, dalam partai lanjutan Liga Primer Inggris.

Arsenal harus tertinggal dua kali dari Manchester City, tetapi dua kali pula Arsenal mampu mengejar ketertinggalan mereka untuk mengakhiri laga dengan skor sama kuat 2-2.

Hasil satu poin pun membuat kedua tim gagal memperbaiki posisi di klasemen sementara Liga Inggris. The Citizens bahkan harus turun ke peringkat keempat setelah sehari sebelumnya digeser Liverpool. Sementara The Gunners tetap bertengger di urutan keenam, terpaut tujuh poin dari City.

Susunan Pemain:

Arsenal (4-2-3-1): Ospina; Bellerin, Mustafi, Koscielny (Gabriel 46’), Monreal; Xhaka, Coquelin; Walcott (Giroud 68’), Ozil, Sanchez; Welbeck (Iwobi 77’).

Manchester City (4-3-3): Caballero; Navas, Stones, Otamendi, Clichy; Fernandinho, De Bruyne, Silva (Zabaleta 89’); Sane, Sterling (Toure 46’), Aguero.

IST
TJARITJARI.COM, London - "Penting bagi kami untuk menjalani satu demi satu pertandingan tanpa melihat ke depan. Sekarang, menurut saya, kami memerlukan 24 angka untuk memenangi liga," kata manajer Antonio Conte, Jumat (17/3), menjelang lawatan mereka ke markas Stoke City pada Sabtu.

Chelsea terlihat menjauh dari kejaran klub lain untuk meraih gelar liga dengan memimpin sepuluh angka atas tim di bawahnya, Conte justru tidak berpikir keunggulan mereka sudah cukup jauh. Pasalnya, pemuncak sementara klasemen Liga Inggris itu belum menghadapi empat tim lain dari peringkat tujuh besar.

Terkait rangkaian analisis yang beredar, yang menyebutkan dirinya sengaja mengulur proses negosiasi dengan tujuan memiliki transfer kendali untuk pemain pun ditepisnya.

"Untuk saat ini yang terpenting bagi saya dan para pemain adalah fokus pada untuk mencapai target kami. Saya ulangi, saya sangat gembira untuk dapat menjadi pelatih Chelsea," ujar pelati asal Italia itu.

"Sejujurnya saya memiliki hubungan yang baik (red, dengan klub). Ketika saya memerlukan sesuatu saya berbicara dengan klub dan mereka selalu berusaha untuk menemukan serta mendapatkan solusi yang tepat. Selalu sersineri," kata Conte menambahkan.

Sementara terkait pemain debutan yang didatangkan dari Leichester City, N'golo Kante, Conte berpendapat bahwa dia adalah pemian yang luar biasa.

"Ia merupakan pemain muda, namun dapat berkembang banyak. Tanpa bola, menurut saya, ia luar biasa. Ia mampu melapisi banyak sektor di lapangan, untuk memulihkan situasi dengan mendapatkan bola," jelas Conte.

Gelandang yang didatangkan pada tahun lalu itu memang mengukir debut gemilang bersama Chelsea, bahkan digadang-gadang akan terpilih sebagai pemain terbaik klub. (ant)

Foto: Diambil dari Laman Resmi Arsenal
Gelandang Mesut Ozil bertekad meyakinkan ulang para penggemar Arsenal bahwa ia berkomitmen akan bertarung demi kehormatan sampai akhir musim setelah pada bulan lalu mengatakan bahwa klub hanya memiliki sedikit peluang untuk meraih gelar apapun.

Pemain internasional Jerman tersebut menjadi pemilik assist terbanyak di Liga Utama Inggris dengan 18 assist sejauh ini, namun ia risau bahwa gaya bermainnya dapat memberi impresi kepada para penggemar, bahwa ia tidak menunaikan tugas untuk mengejar pemuncak klasemen Liga Utama Inggris Leicester City, seperti yang dilansir Reuters.

"Tujuan saya adalah memastikan bahasa tubuh saya tepat," kata pemain Jerman itu kepada Standard Sport.

"Ketika saya melakukan kesalahan, saya terganggu dan Anda dapat mengatakannya dari bahasa tubuh saya. Namun, pada hari-hari ini saya dapat memastikan bahwa saya tidak melakukannya lagi karena di sepak bola Anda dapat melakukan kesalahan-kesalahan dan memainkan operan buruk."

"Itu lebih untuk para penggemar, orang-orang yang menyaksikan pertandingan (ketimbang rekan-rekan setim), karena mereka mungkin berpikir bahwa saya tidak berjuang lagi."

Arsenal berada di peringkat ketiga di klasemen, tertinggal 13 angka dari Leicester dan memiliki keunggulan satu pertandingan yang belum dimainkan atas sang pemuncak klasemen.


Turnamen ketiga dalam kalender Metlife BWF World Superseries tahun ini digeber di Malaysia. Ajang bertajuk Celcom Axiata Malaysia Open 2016 digelar mulai 5 hingga 10 April di Malawati Stadium, Shah Alam.

Kebetulan, empat dari lima unggulan teratas Malaysia Open 2016 merupakan juara bertahan.

Di sektor tunggal putra, Chen Long (Tiongkok) tahun lalu menjadi juara setelah mengalahkan rekan senegaranya Lin Dan dengan 20-22, 21-13, 21-11.

Unggulan pertama tunggal putri, Carolina Marin (Spanyol), juga merupakan petahana. Tahun lalu, Carolina menghentikan perjuangan Li Xuerui (Tiongkok) dengan 19-21, 21-19, 21-17.

Sementara di ganda putri, Luo Ying/Luo Yu (Tiongkok) menjadi juara setelah memukul ganda Korsel Jang Ye-na/Jung Kyung-eun 21-18, 21-9.

Dari ganda campuran, Zhang Nan/Zhao Yunlei juara setelah menundukkan sesama Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin 21-16, 21-14.

Nah! Indonesia punya kenangan manis di Malaysia Open tahun lalu. Ganda campuran Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang tahun ini merupakan unggulan kedua, adalah juara bertahan.

Tahun lalu, Hendra/Ahsan melakoni final dramatis melawan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (unggulan pertama tahun ini). Indonesia Raya berkumandang usai Hendra/Ahsan menang 14-21, 21-15, 23-21.

Entah berapa gelar yang bisa dibawa Indonesia dari Malaysia tahun ini? (sumber: JPNN)

Foto: IST
Arema Cronus dinobatkan sebagai jawara turnamen Torabika Bhayangkara Cup 2016 usai memetahkan perlawanan Persib Bandung 2-0 dalam partai puncak di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (03/04/2016) malam.

Gol kemenangan tim yang berjuluk Singo Edan ini dicetak oleh pemain naturalisasi yaitu Raphael Maitimo pada menit 58 setelah memanfaatkan umpan manis dari Srdan Lopicic. Sementara gol kedua dicetak pemain pengganti yaitu Sunarto pada menit 84. Dengan kemenangan ini, tim kebanggaan Arek Malang ini berhak mendapatkan hadiah Rp2,5 miliar.

Pertandingan yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo tersebut berlangsung ketat sejak peluit pertandingan dimulai. Jual beli serangan dan pertandingan yang cenderung keras dipergakan kedua tim, hingga memaksa wasit Nusur Fadillah harus beberapa kali mengeluarkan kartu kuning.

Nyanyian dan yel-yel penyemangat dari Aremania dan Bobotoh terus menggema memenuhi stadion, namun hingga peluit tanda babak pertama dibunyikan tak ada satu gol pun yang tercipta. Babak pertama pun harus diakhiri dengan kududkan 0-0.

Guna memecah kebutuan, pelatih Persib Bandung memasukkan David Laly menggantikan Samsul Arif yang kesulitan dalam mengembangkan permainannya. Akan tetapi, tak sejalan dengan skenario yang diinginkan, Tim Maung Bandung justru lebih tertekan.

Singo Edan lebih lues dalam memainkan bola, bahkan bisa menguasai pertandingan. Terus menekan, peluang memecah kebuntuan pun didapat Arema lewat Cristian Gonzales. Hanya saja upaya pemain berusia 40 tahun itu belum menemukan hasil.

Terus menekan dan pantang menyerah, akhirnya pada menit 58, Aremania bersorak ketika Raphael Maitimo menundukkan I Made Wirawan lewat sontekan indahnya usai memaksimalkan umpan terukur dari Srdan Lopicic. Dalam gol tersebut Cristian Gonzales memiliki andil besar.

Tertinggal 0-1, Persib mencoba menekan untuk memburu gol guna mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, Arema sudah berada pada kondisi percaya diri untuk menghalau tekanan lawan. Tensi pertanidngan dari waktu ke waktu pun semakin menigkat.

Malang tak dapat ditolak untuk tak dapat diraih, bukan menyamakan kedudukan, Persib justru harus kehilangan pemain belakang andalannya yaitu Rudolof Yanto Basna setelah harus mendapatkan dua kartu kuning kedua usai menendang botol air mineral dan secara tak sengaja mengenai kepala Esteban Vizcara pada menit 70.

MEksi bermain dengan 10 orang, Persib tetap menunjukkan kualitas timnya dengan terus melancarkan serangan ke pertahanan Arema Cronus dan beberapa kali mampu mengancam gawang Kurnia Meiga.

Satu pelaung emas sebenarnya kembali didapat oleh pemain asing Persib yaitu Belencoso pada menit 81. Hanya saja tendangan kerasnya meleceng ke sisi kanan gawang Kurnia Meiga.

Terdesak waktu yang terus berkurang dan terfokus pada mengejar defisit gol, Persib seakan lupa dengan pertahanan mereka. Masuknya Sunarto menggantikan Srdan Lopicic membawa angin segar bagi Arema, hingga mampu menggandakan kedudukan pada menit 84.

Hingga wasit Nusur Fadillah meniup peluit panjang tanda pertandingan usai tidak ada lagi gol yang tercipta. Arema tetap unggul 2-0 atas Persib Bandung dan menjadi jawara turnamen Torabika Bhayangkara Cup 2016.


Sentuhan bola yang cantik dan kemampuan mengoper bola ke rekan setim yang tidak ada duanya menjadikan Mesut Ozil salah satu pemain sepak bola paling berbakat alami yang pernah tampil di Premier League. Pemain asal Jerman ini mengaku bakatnya benar-benar lahir di jalanan, bukan hasil latihan intensif dan sesi latihan yang terstruktur secara formal.

“Saya ini penggila bola,” kata pemain yang selama Premier League musim ini telah mencatatkan 16 umpan, hanya selisih empat umpan dari Thierry Henry, pemegang rekor sepanjang masa. “Saya benar-benar menyukainya. Semasa kecil, yang saya lakukan adalah pergi ke sekolah, bermain sepak bola, kemudian berlatih di klub. Sekolah selesai jam 1 siang, lalu pergi ke klub jam 5 sore. Saya mengisi waktu antara pulang sekolah dan berangkat ke klub dengan bermain sepak bola bersama teman-teman. Kemudian saya berlatih lagi selama sekitar dua jam. Jadi, total dalam sehari saya bisa bermain sampai lima jam. Selama musim kemarau ketika matahari terbenam lebih malam, saya pergi ke luar rumah untuk bergabung dengan teman-teman bermain bola di ‘kerangkeng monyet’. Intinya, saya bermain sepak bola hampir sepanjang hari.”

Seperti kita tahu, kelihaian kontrol bola Mesut yang sangat mulus tidak hanya terbatas di sepak bola yang kita kenal secara umum. Di jalanan, ia juga belajar beberapa trik dan menjadi terkenal dengan kepiawaiannya juggling dengan gumpalan permen karet. “Betul, tidak hanya dengan gumpalan permen karet dan bola tenis, kadang-kadang juga dengan bola basket dan bola latihan beban, termasuk yang berbobot 5kg, walaupun sangat sulit. Terkadang di lapangan setelah pertandingan usai, ada sisa-sisa plester di atas rumput, saya akan memungutnya dan memainkannya juga.”

Obsesi masa kanak-kanak Mesut dengan permainan cantik bahkan sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa keikutsertaannya yang tanpa henti malah bisa memengaruhi peluangnya bermain secara profesional.

“Sampailah pada suatu saat ketika ayah saya berbicara pada pelatih saya di Rot-Weiss Essen dan berkata, ‘dia tidak bisa bermain, dia lelah dan Anda bisa melihatnya sendiri di lapangan karena kemarin dia menghabiskan 10 jam bermain sepak bola bersama teman-temannya’. Seperti itulah yang saya alami. Sepak bola adalah segalanya buat saya. Mungkin sehari menjelang sebuah pertandingan, saya berusaha tidak bermain hingga terlalu larut jam 11 malam walaupun sebenarnya saya ingin terus bermain. Sepak bola adalah hidup saya, dulu dan sekarang.”

Bintang muda asal Spanyol Hector Bellerin merasakan nuansa positif di kamp Arsenal menyusul kemenangan memukau The Gunners melawan Everton.

“Ini saat yang tepat untuk ambil jeda dan berlaga di turnamen internasional setelah berhasil meraih kemenangan,” kata pemain berusia 19 tahun ini usai memenangi laga tandang di Goodison Park, “dan ini waktunya bagi para pemain untuk mengumpulkan tenaga lagi karena bagian terakhir musim segera tiba dan waktu-waktu ini sangat penting bagi kami.

“Kami tahu pertandingan tadi sangat berat. Kami sangat menantikannya dan kami berhasil bermain bagus, terutama selama paruh waktu pertama dengan dua gol luar biasa. Gol-gol tersebut memberi kami kesempatan untuk bermain agak rileks di paruh waktu kedua.

“Menurut saya, kami menjadi lebih fokus mengolah bola dan permainan menjadi lebih baik. Di lapangan tadi jelas terlihat, kami tidak terlalu banyak bertahan karena bola hampir tidak pernah lepas dari penguasaan kami dan kami menciptakan jauh lebih banyak peluang.”


El Clasico menjelang pada Minggu (03/04/2016) mendatang, akan tetapi nampaknya  Madrid tak diunggulkan ketika berhadapan dengan pemegang klasemen Liga Spanyol,sekarang, Barcelona. Sang pelatih,  Zinedine Zidane, pun tak cemas, apalagi meradang.  Ia justru yakin anak asuhnya akan melawan dengan penuh ketenangan.

El Real memang tertinggal 10 poin oleh pasukan Luis Enrique dan pernah meluluh-lantakkan mereka dengan skor telak 0-4 di Barnebeu awal musim, bahkan memicu kemarahan para penggemarnya.

Alamt kemaran pun mendatangi sang presiden Florentino Perez dan pelatih Rafael Benitez yang akhirnya berujung pemecatan beberapa pekan kemudian, lalu digantikan Zidane.

Pria asal Prancis tersebut, yang seperti sejawatnya Enrique telah berkali-kali bermain di "Clasico," mempersiapkan pertandingan pertamanya dengan Barcelona sebagai pelatih Real dan timnya, yang memenangi lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, menuju Nou Camp dengan perasaan percaya diri. 

"Semua orang dapat mengatakan apa yang mereka inginkan, tidak akan mudah untuk mengalahkan Real Madrid, itu sudah jelas," kata Zidane pada konferensi pers yang berlangsung pada Jumat.

"Saya tidak terganggu mengenai hal itu (bahwa Real tidak diunggulkan), yang dapat saya katakan adalah bahwa kami akan memainkan pertandingan dan berkonsentrasi. Apa yang ingin saya lihat adalah pertandingan sepak bola yang bagus dan kemenangan untuk tim saya," katanya.

Saat ditanyai apakah pertandingan Sabtu seperti ujian untuk timnya, pria Prancis berusia 43 tahun itu menambahi, "Tidak, kami berada di laju yang bagus dan kami melakukannya dengan baik belakangan ini, kami fokus pada pekerjaan kami."

"Ini merupakan pertandingan penting, pertandingan yang berbeda, pertandingan-pertandingan in selalu seperti itu namun pada akhirnya ini adalah pertandingan sepak bola hebat yang dinanti-nanti semua orang."

"Bermain di Clasico merupakan hal terindah yang ada di sepak bola, dan saya sangat gembira kini saya akan mengalaminya sebagai pelatih."

Zidane mengonfirmasi bahwa bek Raphael Varane akan absen pada pertandingan itu karena cedera betis, namun gelandang Toni Kroos dapat dimainkan meski memerlukan perawatan sepanjang sesi latihan Jumat.

"Kami memiliki ide mengenai bagaimana kami akan bermain dan kami akan berusaha dan bermain dengan cara yang sama pada Sabtu," tambah Zidane ketika ditanyai apakah timnya akan mengganti taktik di Nou Camp.

"Di atas kertas ini merupakan pertandingan yang berbeda namun bagi kami ini tidak mengubah taktik-taktik kami, kami akan keluar dengan kuat sejak awal."


Seminggu sejak kepulangan "Si Kaki Pythagoras", Johan Cruyff, penghormatan kepadanya tak kunjung surut. Sepak bola dunia memang berutang besar kepada Johan Cruyff atas warisan permainan sepak bola menyerang yang kini diagung-agungkan bersama tim terbaik dunia, Barcelona.

Barcelona menjadi tim yang sangat beruntung dengan begitu lama merasakan sentuhannya, baik ketika Cruyff menjadi pemain pada musim 1973– 1978 maupun kala menukangi klub Catalan pada periode 1988–1996, yang kemudian mengadaptasi total football Cruyff dan mentransormasikannya menjadi tiki-taka.

El Barca pun tidak hanya menjelma menjadi klub yang banjir akan gelar, akan tetapi El Barca memiliki akademi yang menjadi salah satu akademi terbaik dunia, yakni Akademi La Masia.

La masia merupakan sebuah akademi yang terinspirasi dari akademi Ajax Amsterdam, tempat Cruyff menimba ilmu pada 1957–1963 dan darinya pula gagasan itu didirikan.

La Masia tidak hanya menghasilkan para seniman sepak bola kelas dunia sekaliber Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi, akan tetapi juga melahirkan pelatih atraktif seperti Josep Guardiola, Eusebio Sacristan, serta entrenador Barcelona saat ini, Luis Enrique.

Sebagai klub yang begitu "berutang besar' kepadanya, El Barca melakukan berbagai bentuk penghormatan. Setelah mengheningkan cipta satu menit pada sesi latihan Selasa (29/03/2016), para penggawa Barcelona segera menuju ke Camp Nou dan bergabung dengan keluarga Cruyff untuk memberikan penghormatan terakhir.

"Kami mengerti bahwa Johan tidak hanya milik kami, namun juga seluruh dunia," ucap eks pemain Barcelona yang juga putra Cruyff, Jordi Cruyff, sebagaimana dikutip JPNN dari The Guardian.

Selain itu, tribute puncak Barcelona nanti terjadi pada laga El Clasico pada Minggu dini hari WIB (03/04/2016). Di mana pada pertandingan tersebut, Barcelona mengumumkan bakal membagikan 90.000 kartu kepada seluruh penonton Camp Nou.

Juru Bicara Los Blaugrana–julukan lain Barcelona–Josep Vives mengatakan, 90.000 kartu itu bakal membentuk sebuah mozaik bertulisan Gracies Johan (Terima Kasih Johan).

Kemudian, pemain Barcelona maupun Real Madrid bakal memasuki stadion dengan mengenakan kaus bertulisan sama, lengkap dengan nama Cruyff dan Yayasan FC Barcelona di bagian punggung.

"Laga itu juga bakal dihadiri eks presiden Barcelona. Di antaranya, Agusti Montal, Raimon Carrasco, dan Josep Lluis Nunez," kata Vives.

"Sebelum laga, hadirin akan mengheningkan cipta dan melihat pemutaran video mengenai Johan Cruyff," tambahnya.

Bukan hanya Barcelona yang melakukan penghormatan ke- pada Cruyff. Berbagai agenda uji coba pekan lalu juga memberikan tribute kepada playmaker yang terkenal dengan julukan Si Kaki Pythagoras tersebut.

Misalnya, laga Belanda kontra Prancis di Amsterdam Arena Jumat lalu (25/3). Pertandingan yang dimenangkan Prancis dengan skor tipis 3-2 itu dihentikan sejenak pada menit ke-14 untuk melakukan aplaus kepada Cruyff.

Nomor 14 merupakan nomor punggung Cruyff sepanjang 20 musim kariernya. Baik sebagai pemain klub maupun pilar timnas Belanda.


Laga El Clasico baru akan berlangsung akhir pekan ini. Namun, sejumlah prediksi perkiraan pemain kedua tim sudah mulai ramai diperbincangkan jelang laga di Cam Nou itu.

Real Madrid menjadi salah satu yang paling ramai dibicarakan. Laman Marca, Selasa (29/3) melaporkan, pelatih Madrid Zinedine Zidane akan menurunkan skuat berbeda saat melawan Barcelona.

Salah satunya ialah menempatkan Danilo di sisi kanan pertahanan. Selain itu, Casemiro juga akan mendapatkan satu tempat di lini tengah. Dia akan berkolaborasi dengan Toni Kroos dan Luka Modric.

Lini depan tetap dipercayakan pada Karim Benzema, Gareth Bale, dan Cristiano Ronaldo. Jika benar diturunkan, itu akan menjadi El Clasico keempat bagi Trio BBC sebagai starter. Hingga kini, BBC belum pernah menang dalam El Clasico saat tampil sejak menit pertama.

Sementara itu, tampaknya El Clasico nanti menjadi amat penting bagi Barcelona. Pasalanya, sebagaimana dilansir laman resmi Fc Barcelona, kedelapan perisen klub Katalan tersebut telah mengonfirmasi kehadirannya di Suñol Box Camp Nou untuk menyaksikan El Clasico yang akan dilangsungkan 2 April 2016.

Agusti Montal, Raimon Carrasco, Josep Lluís Núñez, Joan Gaspart, Enric Reyna, Joan Laporta, Sandro Rosell, dan Josep Maria Bartomeu akan berada di sana, selain untuk pertandingan, juga khusus untuk melakukan penghormatan kepada Johan Cruyff sebelum kick-off dari babak pertama antara Barca dan Real Madrid.

Mereka adalah presiden yang sama yang menandatangani surat rasa terima kasih mereka kepada Belanda untuk warisan yang tak tertandingi yang ditinggalkannya di FC Barcelona.

Surat yang diluncurkan ke publik pada 24 Maret mengatakan, "Kedatangan Cruyff mengubah sejarah Barca. Dia memberikan kontribusi tegas untuk perubahan mentalitas. Dia membawa kita untuk tetap menegakkan kepala kita dan melihat bahwa tidak ada lawan yang tak terkalahkan..; bahwa kita bisa mencapai apa yang kita inginkan. Cruyff adalah ikon yang menjelaskannya, lebih baik dari siapa pun, bahwa Barca lebih dari sebuah klub. Dia melakukan itu hanya dan didasarkan pada realitas, dan selalu bergerak maju," sebagaimana dilansir laman fcbarcelona.com, sebagaimana dikutip zonalima.com.


Fans Arsenal membentangkan spanduk yang menyerukan agar sang pelatih Arsenal, Arsene Wenger meninggalkan klub setelah kemenangan Piala FA mereka atas Hull.

The Gunners yang lolos dalam perempat besar piala FA dengan kemenangan gemilang di Stadion KC, berkat dua gol masing-masing dari Olivier Giroud dan Theo Walcott.

Kemenangan tersebut nampaknya tak menggugah beberapa fans Arsenal dan masih terus mengingat hasil mengecewakan dalam beberapa pertandingan terakhir. Mereka menyoroti Wenger yang tidak membawa Arsenal menang dalam lima pertandingan terakhir, sebelum melawan Hull City, di semua kompetisi serta posisi Arsenal di Liga Primer yang terpaut delapan poin dari sang pemuncak Leicester.

Dan setelah kemenangan 4-0, fans tetap membentangkan spanduk, mendesak pelatih asal Prancis tersebut untuk pergi.

"Arsene, terima kasih untuk kenangan tapi saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal," tulisan dalam spanduk tersebut.

Berbicara pada BT Sport, mantan striker Ian Wright mengecam tindakan fans Arsenal terkait pembentangan spanduk tersebut.

"Ini sangat mengecewakan. Ya, kami sudah memiliki beberapa hasil buruk tapi tidak lebih dari oleh imajinasi," katanya.

"Kadang-kadang mereka harus melihat para pemain dan cara mereka telah memperlakukannya. Anda benar-benar tidak bisa menyerang manajer seperti itu," tuturnya lagi.

"Mereka menang dengan nyaman dan mereka berada di bawah tekanan dalam pertandingan ini. Untuk melihat tanda (spanduk) yang menggangu seperti itu," lanjutnya.

Terkait dengan hal tersebut, Bos Hull City Steve Bruce menambahkan: "Arsene Wenger telah membuat menjadi Arsenal besar. Mungkin ini yang disebut idiot. Yang menginginkan perubahan mungkin menyesali itu. Kita bicara tentang salah satu (pelatih) dari yang terbaik (yang pernah ada)."

 JOEL DI JALUR YANG BENAR

Karier Joel Campbell di Arsenal tampaknya sedang di atas awan musim ini. Ia memanfaatkan peluang untuk berkontribusi bagi tim asuhan Arsène Wenger dengan menciptakan gol melawan Swansea, Oktober lalu, dalam laga pembuka Liga Primer. Gol pertamanya bagi Arsenal ini kemudian disusul dengan dua gol lain dalam dua pertandingan melawan Sunderland.

Di hadapan para pendukung Arsenal, ia menunjukkan penampilannya yang penuh aksi sebagai pemain sayap kanan yang mempertontonkan kombinasi antara kerja keras dan kemampuan mengolah bola yang menakjubkan. Ketika baru-baru ini ditanya mengenai penampilan favoritnya sendiri musim ini, Joel malah menyebut satu pertandingan di mana ia menjadi pengumpan gol kedua Olivier Giroud yang akhirnya berbuah hat trick.

“Pertandingan melawan Olympiacos adalah momen favorit saya,” kata pemain 23 tahun ini. “Saya punya kenangan khusus tentang Olympiacos. Saya memiliki simpati terhadap tim ini karena dukungan yang mereka berikan kepada saya. Senang sempat bermain di sana. Saya berhasil memberikan umpan matang di pertandingan yang harus kami menangkan dengan dua gol dan akhirnya kami malah menang tiga gol. Laga yang hebat bagi kami.

“Tidak mudah bermain di Yunani dan wajar saja kalau orang-orang sempat meragukan kemampuan kami sebelum pertandingan berlangsung, tapi kami percaya diri.” Kepercayaan diri tersebut juga terus menjadi bekal sepanjang musim ini. Joel sendiri yakin ia akan mampu meraih pencapaian lebih dan berbuat sesuatu yang berharga bagi timnya.

“Kami Arsenal, dan Arsenal adalah tim yang selalu gigih merebut trofi. Kami bermain di tiga kompetisi—Liga Primer, Liga Champions, dan FA Cup—jadi kami akan berusaha memenangi salah satunya atau malah semuanya. Kami akan berjuang sampai akhir untuk meraihnya, tetapi yang paling penting adalah selalu berusaha dan sebisa mungkin meraih kemenangan. Kami berjalan di jalur yang benar sejauh ini.”

Pernyataan penuh kepercayaan diri dari seorang pemain yang musim pertamanya langsung memberi The Gunners dimensi baru dalam perjalanannya menuju kemenangan.




PENDAPAT KANU MENGENAI ALEX IWOBI...

Legenda Arsenal Kanu melempar pujian untuk Alex Iwobi. Menurut Kanu, Alex memiliki semua bekal yang diperlukan untuk menjadi bintang yang selama ini dicari Nigeria.

Pemain remaja ini telah memantapkan posisinya di skuat utama tim asuhan Arsène Wenger musim ini setelah menunjukkan serangkaian penampilan mengesankan, terutama di Emirates FA Cup.

Penampilannya mencuri perhatian Kanu, yang sangat terpukau dengan apa yang ia saksikan.

“Alex masih muda dan memiliki semua faktor yang diperlukan,” kata Kanu kepada Arsenal Player. “Ia hanya butuh kerja keras dan tetap rendah hati serta terus maju sampai berhasil mendapatkan peluang.

“Sepak bola erat kaitannya dengan peluang dan saat memiliki kesempatan, kamu harus merebutnya. Saya yakin Alex akan membuat sejarah. Ia berasal dari Nigeria, kami semua mendukung dan mengidolakannya.

“Pemain seperti ini adalah bintang yang kami cari. Alex akan belajar banyak dari Arsène Wenger dan klub yang dibelanya. Kami ingin ia membawa pulang apa yang sudah dipelajari untuk membantu tim nasional.”

ANGGOTA ARSENAL SELALU TERDEPAN DALAM PERMAINAN

Tiga besar Liga Inggris (Premier League) berhiaskan drama selisih tiga poin memasuki pekan ke-29. Leicester bertengger di posisi pertama, Tottenham Hotspur terus membayangi, sementara Arsenal siap unjuk gigi untuk meraih prestasi menjulang dalam musim kompetisi 2015.  

Posisi Leicester terancam. Tim asuhan pelatih Claudio Ranieri ini kini mengoleksi 57 poin dengan  meraih 16 kemenangan, sembilan kali imbang, dan tiga kekalahan; sementara Tottenham membukukan 54 poin, dengan catatan 15 kemenangan, sembilan kali imbang, dan empat kali menerima kekalahan.

Sedangkan, Arsenal di bawah asuhan manajer Arsene Wenger terus menyusun kekuatan untuk meraih prestasi positif di musim ini. The Gunners telah menjalani 28 pertandingan dengan meraih 15 kali menang, enam kali imbang, dan tujuh kali kalah.

Leicester akan ditantang Watford City dalam laga yang digelar pada Sabtu waktu setempat atau Minggu dini hari WIB, sementara Tottenham siap meladeni Arsenal pada Sabtu (5/3).

Dalam lima laga terakhir, Leicester mencatat empat kali menang, sekali kalah, dan sekali imbang.

Satu perjuangan, beda hasil. Leicester baru saja ditahan imbang 3-3 oleh West Bromwich pada laga Rabu (2-3) dalam pekan ke-28 Liga Inggris, sedangkan Tottenham kalah sebiji gol (0-1) dari West Ham pada Kamis (3/3). 

Kekalahan juga menyambangi Arsenal yang ditekuk oleh Swansea 1-2 dalam laga yang diadakan pada Kamis (3/3). Ini jelas bukan hasil yang menggembirakan bagi tim asuhan Wenger.
Dalam enam laga terakhir, Leicester mencatat empat menang, sekali kalah, dan sekali imbang; sementara Tottenham meraih empat menang, dan sekali kalah. Dan Arsenal beroleh hasil yang tidak terlalu bersinar, dengan beroleh dua menang, tiga kalah, dan sekali imbang.


FIFA mengonfirmasi bahwa Indonesia dan Kuwait masih dilarang untuk memberikan suara pada pemilihan presiden FIFA pada Jumat (26/02/2016) karena masih terkena skors, di mana hal tersebut dapat menjadi hantaman bagi kandidat kuat Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa.

Sheikh Salman adalah anggota Kerajaan Bahrain yang mengepalai Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di mana Indonesia dan Kuwait menjadi anggotanya.

Ia mendapat dukungan dari komite eksekutif AFC dan mengincar blok dukungan dari benua itu pada persaingan ketat melawan penantang utamanya Gianni Infantino, yang merupakan pelaksana ketua sepak bola Eropa.


Dua per tiga suara mayoritas sangat dibutuhkan untuk mengamankan kemenangan di pemilihan putaran pertama, yang kelihatannya akan sulit diraih kandidat manapun, sehingga pemilihan dapat berlangsung dalam dua putaran.

Jadi, diperlukan suara mayoritas untuk memenangi pemilihan pada putaran kedua.

Kecuali dua anggota yang diskors, 207 anggota FIFA lainnya berhak mengikuti pemungutan suara pada kongres di Zurich.

Pada pertemuan yang berlangsung pada Rabu (24/02/2016), komite eksekutif FIFA menyatakan, "Merekomendasikan Kongres Luar Biasa dipilih pada Jumat dengan kedua kasus akan diselesaikan pada Kongres biasa selanjutnya di Meksiko, pada Mei".

Hal tersebut berarti para petinggi FIFA masih tetap memutuskan bahwa dua skors tersebut masih dikenai kepada Indonesia dan Kuwait. Terkait skors itu, baru kembali ditinjau dalam tiga bulan ke depan.

Pada pertemuan kongres yang akan dilakukan pada Jumat, negara mana pun dapat memperdebatkan terkait sanksi yang diberika kepada Indonesia dan Kuwait.

Akan tetapi, menyusul keputusan komite eksekutif, kemungkinan besar tidak akan ada debat lebih lanjut yang dapat membuat status kedua negara tersebut dipulihkan sehingga dapat mengikuti pengambilan suara.

Indonesia diskors dari sepak bola internasional pada Mei setelah pemerintah berupaya untuk mengganti asosiasi sepak bola negaranya. Sementara Kuwait diskors pada Oktober karena pemerintah mereka diduga mengintervensi sepak bola di negara Teluk itu, demikian AFP, demikian zonalima.com.


Arsene Wenger harus menghadapi media dalam jumpa persnya setelah kekalahan Arsenal 0-2 atas Barcelona di putaran pertama Liga Champions, Selasa waktu setempat atau Rabu (24/02/2016) dini hari. Ia pun menyatakan kekeceawaannya atas kekalahan tersebut dan mengutarakannya pada media.

Berikut petikan wawancara setelah pertandingan usai:

Tanggapan Anda dari keseluruhan pertanding?

"Tentu saja saya kecewa karena kami telah mengeluarkan seluruh energi ke dalam pertandingan ini. Saya merasa bahwa kami justru kehilangan pada saat kami melihat lebih mampu memenangkan pertandingan dan. Kami juga kehilangan dengan cara yang kami tidak mampu untuk membalas mereka. Ini sedikit mengecewakan, untuk memberikan mereka (peluang) mencetak gol, terutama gol pertama. Saya merasa bahwa kami sangat bersalah dan tidak memiliki alasan untuk gol itu."

Apakah ia telah berbicara kepada pemain tentang hal itu?

"Saya belum berbicara dengan para pemain, belum".

Apakah kekalahan itu sulit untuk diterima?

"Ketika kami disiplin bermain bertahan dan jika kami menginginkan skor harus tetap di 0-0, maka kami akan menjaganya di 0-0. Mereka lebih baik dari kami, semua orang tahu itu, tapi saya pikir kami bisa memenangkan pertandingan malam ini jika kami terus (bermain) disiplin sampai akhir laga. Sekali lagi, seperti melawan Monaco, hal yang sama terjadi. Kami tertangkap dengan cara yang persis."

Apakah tidak belajar dari kesalahan musim lalu?

"Barcelona menguasai segala aspek dalam pertandingan. Segera setelah Anda berada dalam posisi yang buruk, satu atau dua pemain dapat menghukum Anda. Kami memiliki dua atau tiga peluang untuk menghentikan gol pertama yang kita tidak lakukan, karena saya tidak berpikir kami memiliki respons yang tepat untuk situasi yang dihadapi pemain."

Setelah gol pertama apakah terasa seperti 'pisau di dalam hati'?

"Tentu saja. Ketika pemain Anda mengerahkan seluruh energinya ke dalam  pertandingan malam ini, itu sangat sulit untuk diterima karena Anda ingin para pemain menjadi dihargai. Kami tidak sabar dalam membangun (serangan), kami terus kehilangan bola yang biasanya tidak kami lakukan dan itu bukan karena Barcelona memaksa kami untuk melakukannya, tetapi hanya karena kami tidak cukup tepat memberi umpan."

Apakah itu penting?

"Saya tidak tahu."

Mengenai kurangnya ketenangan di depan gawang?

"Kami memiliki kesempatan yang luar biasa di babak pertama. Cara kami menyelesaikan peluang saat ini menjadi masalah karena saya merasa bahwa kami melewatkan sesuatu di sepertiga akhir (pertandingan).

Apakah Anda akan bermain dengan tim terkuat di leg kedua?

"Barcelona tentu melalui, 95 persen, tapi kami ingin pergi ke sana dan bertanding. Kami adalah Arsenal Football Club dan kami tidak akan pergi ke sana jika hanya memiliki kesempatan. Apa yang kami inginkan adalah untuk fokus pada pertandingan kami berikutnya. Ini memalukan bahwa para pemain tidak mendapatkan kepuasan apa pun malam ini karena segala energi-kebijaksanaan telah kami kerahkan di pertandingan ini."

Apakah di ruang ganti penuh dengan kemarahan?

"Ketika Anda kehilangan 2-0 di kandang, di Liga Champions, maka Anda tidak memiliki ruang ganti bahagia."

Apakah Barcelona adalah tim terbaik di Eropa?

"Sulit untuk menyangkal karena mereka juara di dunia dan Eropa. Saya berpikir mereka seperti itu. Kegagalan kami adalah bahwa kami memiliki kesempatan itu untuk mengalahkan mereka malam ini, itu adalah penyesalan terbesar saya. Kadang-kadang Anda bisa kalah dalam melawan tim dan Anda tidak dapat melakukan apa-apa tentang hal itu, tapi malam ini ada ruang untuk mengalahkan mereka."

Apakah ada rasa frustrasi ketika tidak dapat menjaga skor tetap 0-0?

"Tentu saja Anda frustrasi ketika Anda kehilangan pertandingan dan itu selalu mudah untuk mengidentifikasi momen di mana Anda membuat kesalahan. Saya merasa, karena kami merasa bahwa kami dapat memenangkan pertandingan ketika berada di lapangan, kami menjadi kehilangan kehati-hatian untuk bertahan. Walau kami tahu bahwa sangat penting untuk tidak memberikan mereka kesempatan serangan balik, di mana serangan balik mereka terkenal paling berbahaya."

Apakah Arsenal tidak bermain sesuai dengan strategi seharusnya?

"Para pemain tidak memberi mereka sebuah serangan balik dengan kehendaknya. Mereka ingin mempertahankannya. Hanya saja, umpan pertamanya tidak benar, posisi pertamanya tidak benar. Anda kehilangan bola ketika Anda tidak ingin kehilangan itu. Dan kemudian tiba-tiba Anda keluar dari posisi, lalu mereka mengambil keuntungan dari itu. Ini bukan karena para pemain tidak ingin menghormati instruksi, mereka hanya terperangkap oleh kecepatan permainan. Itu adalah kesalahan mengumpan tak terduga atau posisi yang tak terduga dari pemain pertama."

Apakah Gerard Pique seharusnya mendapat kartu kuning?

"Saya tidak tahu. Mereka penuh tipu daya. Ketika mereka jatuh, mereka berteriak. Mereka tidak pernah jatuh dan diam. Yang mempengaruhi wasit setiap saat. Mereka semua melakukannya, tidak satu pun dari mereka ketika jatuh tanpa berteriak."

Apakah Barcelona banyak melakukannya di babak pertama?

"Saya harus memperhatikan pertandingan lagi. Saya tidak melihat keluar untuk itu. Ini seperti refleks mereka untuk memprovokasi wasit."

Apakah dia punya keluhan tentang penalti?

"Jujur, dari bangku saya tidak melihat sama sekali. Saya melihat bahwa ia jatuh, tapi memang dia menyentuhnya atau tidak? Saya tidak tahu.

Apakah Flamini tidak sampai pada kecepatan?

Ia melakukan pemanasan.

Apakah para pemain Barcelona mempengaruhi wasit?

"Saya merasa seperti itu tapi mari kita jujur, Kami tidak kehilangan pertandingan karena wasit. Kami harus melihat diri kami sendiri dan menganalisis diri kami sendiri. Mungkin dia memberi satu atau dua pelanggaran, yang sebenarnya bukan pelanggaran, tapi secara keseluruhan ia memiliki pengaruh besar pada hasil pertandingan."


Menyandang tim underdog atau tim yang tidak diunggulkan, Arsenal siap menjamu tim yang dijuluki tim nomor satu di kolong langit, Barcelona dalam laga pertama babak 16 besar Liga Champions yang digelar di Emirates Stadium, London, pada Selasa waktu setempat, atau Rabu dini hari, pukul 02.45 WIB.

Bermain di kandang sendiri Arsenal memang mendapat banyak tekanan dari publik yang mendukungnya, akan tetapi, menyandang sebagai tim underdong, Arsenal justru akan lebih leluasa dalam memainkan pertandingan dini hari nanti.

Hampir seluruh prediksi mengatakan bahwa Arsenal belum sanggup untuk menaklukkan raksasa Catalan dan akan menelan kekalahan. Apalagi trio MSN Barcelona saat ini sedang dalam performa yang sangat ciamik. Dari seluruh prediksi tersebut bahkan ada yang mengibaratkan "Arsenal ingin mencuri api dari gunung kemehawan dan kemegahan yang dibangun secara semesta oleh kubu Catalan".

Yup, tidak juga agak berlebihan memang, sebab di atas kertas The Gunners kalah dari Barcelona. Arsenal pun memang mau tidak mau harus siap menjamu dan menunjukkan semangat perlawanan kepada Barcelona, yang akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta, RCTI.

Sang Profesor, Arsene Wenger memang sudah memberi komando kepada penggawa Arsenal untuk merapatkan lini pertahanan guna menghadang serangan Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar (MSN) yang dikenal memiliki momok menakutkan di depan gawang lawan.

Trio MSN mengoleksi 58 gol atau 87 persen dari 67 gol yang sudah dibukukan Barca dalam 25 laga di Liga Spanyol (La Liga) musim kompetisi 2015/16.

Sang Profesur sejatinya harus menggunakan "kesempatan demi kesempatan" berbuah manis sebagai kemenangan di hadapan publik Emirates. Demi hal tersebut, ia sudah menyoroti ketiga penyerang Barcelona tersebut. Menurutnya, komposisi penyerang Barcelona yang dimotori Messi, bukan tidak mungkin untuk diredam.

Optimisme tersebut muncul setelah merujuk pada 13 laga kandang terakhir Arsenal menghadapi tim-tim asal La Liga. Rekor kandang The Gunners saat menjamu tim Spanyol mencatatkan delapan kemenangan, tiga kali imbang, dan hanya dua kali kalah. Ini menjadi pertanda baik bagi Arsenal untuk menyusup di antara gunung kemegahan Barcelona.

"Tidak ada tim yang sempurna. Barcelona juga tidak jauh dari hal itu," kata Wenger, dikutip Eurosport.

Hal lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan mental para penggawa Arsenal adalah "tuah gawang Petr Chech".

Lionel Messi yang selalu menjadi momok menakutkan bagi lini bertahan lawan bukanlah tak bercacat. Buktinya, pemain yang sudah mengukir 301 gol untuk Barcelona tersebut, berdasarkan data yang ada, tidak pernah sanggup membobol gawang Petr Cech.

Menurut catatan Opta, Messi belum sekalipun merobek gawang Cech sepanjang karier profesionalnya. Pertemuan terakhir Messi dan Cech terjadi di leg kedua semifinal Liga Champions musim 2011/12.

Ketika itu, Messi tak mampu merobek gawang Cech semasa sang kiper masih memperkuat Chelsea. Di pertandingan itu, La Pulga bahkan membuang momentum mencetak gol melalui eksekusi penalti.

Dengan tuah itulah, Arsene Wenger berharap rekor impresif Petr Cech atas Lionel Messi akan mampu meredam tombak-tombak Barcelona.

"Kami memiliki pertahanan dan penjaga gawang yang bagus untuk menghentikan Barcelona," kata Wenger dalam konferensi pers, Senin (22/2/2016) dilansir Sports.

"Saya berharap rekor itu memberi Cech kepercayaan diri dan membuatnya lebih tenang. Saya juga berharap Messi akan mendapat kesulitan dan sejarah akan berpihak untuk kami dan melawan Messi," tutur Sang Profesor.

Secara pribadi, Wenger kagum atas penyerang yang dimiliki Barcelona dan belum pernah melihat pemain dengan rekor seperti Messi.

"Mereka adalah (pasukan tempur di dunia) yang paling efisien. Messi mencetak 301 gol dalam 340 pertandingan, saya telah melihat banyak striker dalam hidup saya, tetapi saya belum pernah melihat catatan seperti itu. Mereka penyerang top," tuturnya.

"Barcelona menjadi tim superfavorit, tapi tak ada tim yang tak bisa dikalahkan. Saya paham, secara individual trio Messi, Luis Suarez, dan Neymar memiliki bakat yang luar biasa. Satu-satunya cara kami bisa mengalahkan mereka adalah bermain kolektif, ulet, soliditas yang besar, cerdas, dan jangan lupa bahwa kami memiliki rekor pertahanan dan kiper yang baik," ujar Wenger menambahkan.

Sebagai juara Liga Champions musim lalu, Barcelona memang telah membawa gada untuk menaklukkan kedigdayaan salah satu tim raksasa Liga Inggris (Premier League), Arsenal. Tetapi bukan tidak mungkin Arsenal telah menyiapkan meriam-meriamnya untuk menghadang penyerang-menyerang Barcelona.

Bek tengah Arsenal, per Mertesacker pun mendorong rekan-rekannya dalam tim agar membuat lebih kokoh benteng pertahanan untuk meredam gempuran penyerang lawan.

"Secara keseluruhan kami kalah dalam beberapa hal, untuk itu kami harus mampu menutup kekurangan dengan cepat dalam tiga hari persiapan menghadapi mereka," kata pemain nasional Jerman itu.

Barca yang di bawah asuhan pelatih Luis Enrique selalu mampu memanfaatkan ketajaman trio MSN, dalam pertandingan nanti hanya mengistirahatkan Gerard Pique, sedangkan Sergio Busquets dinyatakan siap merumput di London Utara setelah menjalani suspensi.

Luis Enrique pun mengatakan, "Di atas kertas, pertandingan ini bakal berlangsung sangat menarik jika anda memang suka dengan sepak bola. Arsenal dikenal sebagai tim yang mampu tampil baik, kuat dalam transisi, dan dihuni oleh pemain depan yang andal."

"Mereka juga mampu menekan lawan terus-menerus. Meskipun saya berharap kami mampu menguasai permainan dengan penguasaan bola. Kami berharap dapat menuai hasil positif dengan skema ini," ujarnya

Prakiraan susunan pemain:

Arsenal (4-2-3-1): Cech (penjaga gawang), Monreal, Koscielny, Mertesacker, Bellerin, Sanchez, Ramsey, Coquelin, Oezil, Chamberlain, Giroud
Pemain cadangan:
Ospina, Chambers, Gibbs, Flamini, Walcott, Campbell, Welbeck

Barcelona (4-3-3): Ter Stegen (penjaga gawang), Alba, Pique, Mascherano, Alves, Iniesta, Busquets, Rakitic, Neymar, Suarez, Messi
Pemain cadangan:
Bravo, Mathieu, Bartra, Roberto, Vidal, Munir, Sandro


Prediksi hasil laga (Goal.com):
* Arsenal 1 - 3 Barcelona (16 persen)
* Arsenal 0 - 0 Barcelona (11 persen)
* Arsenal 0 - 4 Barcelona (8 persen)

Karena saya pendukung Arsenal maka saya memprediksikan:
* Arsenal: 3
* Barcelona: 1

INI EMIRATES BUNG!!!



Menghadapi Barcelona dalam laga Liga Champions yang digelar di Emirates Stadium pada Selasa waktu setempat (23/02/2016), penguasaan bola yang selalu jadi andalan The Gunners dipertanyakan. Mampukah Arsenal tampil efektif dan efisien seperti biasanya?

Keuda tim sejatinya adalah tim dengan karakter sejenis, yaitu Arsenal maupun Barcelona sama-sama mengandalkan penguasaan bola. Akan tetapi persentase penguasaan bola dan produktivitas kedua tim berdeda tercatat.

Di ajang Liga Inggris (Premier League) pada musim ini The Gunners menempuh skema penguasaan bola rata-rata mencapai 54 persen per pertandingan, sementara persentase di Liga Champions mencapai 49 persen.

Melebihi Arsenal, skuat asal Catalan memiliki persentase penguasaan bola hingga 60 persen selama mereka berlaga di Liga Spanyol dan 52 persen di ajang Liga Champions musim ini. Untuk itu, efektivitas serangan balik Arsenal amat diuji dalam laga nanti, sebagaimana , sebagaimana dikutip dari laman playingfor90.

Akan tetapi Barcelona memiliki minus yakni lini pertahanan yang kurang kokoh. Namun, lini pertahanan bukanlah lini andalan tim elite asal Spanyol tersebut. Sejak menerapkan strategi penguasaan bola, mereka terhitung jarang sekali kehilangan bola. Hanya saja, ketika mereka kehilangan bola, maka lini pertahanan kurang padu.

Sejak Carlos Puyol pensiun, skuat Catalan memang berjuang keras dalam menanggulangi ancaman tendangan bebas lawan. Gerard Pique memang tampil fantastis di musim lalu dan tampil gemilang pada musim ini. Tetapi, jika disandingkan dengan Puyol, kemampuannya belum dapat disetarakan.

Lain lagi, Mascherano yang tangguh dalam pengawalan dan mampu melancarkan aksi tekel memadai. Akan tetapi, kekompakan dan kekokohan pertahanan Barcelona kerapkali menjadi bulan-bulanan lawan.

Arsenal memiliki nilai plus dalam pertandingan nanti, karena Alexis Sanchez tahu betul karakter para pemain Barcelona. Jika bisa dimanfaatkan maka Alexis, yang tiga tahun bersama dengan skuat Catalans, lalu talentanya berkembang pesat bisa menjadi senjata mematikan The Gunners.

Setelah hengkan dari Barcelona, pemain asal Cile tersebut justru menunjukkan ketajamannya dan telah mencetak 22 gol dalam dua tahun bersama Arsenal. Ia memiliki kecepatan dan daya jelajah tinggi. Selain itu, ia juga bisa menjadi pemain tangguh di lini pertahanan selama berlaga di Liga Inggris.

Jika ada yang mengatakan bahwa gelandanglah yang menentukan kemenangan sebuah tim, maka pertarungan di lini gelandang nanti akan lebih diutamakan dan akan menjadi persaingan yang sangat ketat.

Gelandang kedua tim pun akan diuji untuk menentukan penguasaan bola yang menjadi karakter tim masing-masing.  Diperkirakan pula pergerakan bola akan lebih banyak di lini tengah di mana kedua gelandang kedua tim saling menunjukkan kebolehannya mengolah si kulit bundar.

Untuk gelandang, trio gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta telah menunjukkan kemampuan mereka dengan tampil gemilang pada musim ini.

Iniesta dan Rakitic merupakan pemain yang mumpuni untuk duel "box to box". Sementara Busquets lebih banyak berperan sebagai pemain bertahan. Catalan pun memiliki pemain muda bertalenta dalam diri Sergo Roberto dan Arda Turan.

Sementara itu, Arsenal akan mengandalkan dua gelandang bertahan dan satu orang gelandang serang. Mesut Oezil akan diperankan sebagai gelandang serang. Sementara Aaron Ramsey, pemain muda Francis Coquelin, dan Mathieu Flamini akan menjadi alternatif yang kerapkali diandalkan oleh Arsene Wenger.

Yang paling dahsyat dari Barcelona adalah trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar (MSN). Sebagai pelatih Sang Profesor harus membuat racikan yang ciamik untuk membendung trio Barcelona tersebut. Pasalanya, hampir belum ada tim yang mampu membendung trio Barcelona ini dalam mencetak gol.

Jika ingin memenangkan pertandingan, Arsenal haruslah mampu menaklukkan lini tengah Barcelona serta "meredam" gempuran trio MSN.

Mampukah Arsenal?



zonalima.com - Demi memprioritaskan pertandingan Champion League Rabu malam waktu setempat, Manuel Pellegrini mengambil keputusan berat dengan membuat sembilan perubahan dari komposisi tim utama Manchester City dan memasukkan enam remaja yang memulai debut pertamanya, setelah sebelumnya ditumbangkan Tottenham Hotspur 1-2 pada 14 Februari lalu

Seperti yang terjadi, Manajer Chelsea Guus Hiddink terjebak di posisi yang sama setelah kalah tipis dari Paris Saint-Germain justru menunjukkan bahwa The Blues terlalu kuat untuk City. Dengan racikannya, Guus Hiddink menempatkan  Cesc Fabregas di lini tengah, Pedro Rodriguez bergerak bebas ke mana-mana dengan membawa bola, Hazrd kembali ke posisi terbaiknya, dan Diego Costa menyusup di anta central bek City, Martin Demichelis dan Tosin Adarabioyo.

Manajer interim, Guus Hiddink pun menyelesaikan mantra terakhir untuk mendekatkan Chelsea mendapatkan medali juara Piala FA sebagai tambahan koleksi juara mereka. City pun harus tampil baik di Champion League untuk menunjukkan bahwa keputusan dari Pellegrini benar saat melepas Piala FA musim ini.

Bagaiman Performa Eden Hazard?

Penempatan Hazard dalam formasi selalu menjadi masalah yang berulang bagi Chelsea pada musim ini, tetapi akhirnya, pemain nasional Belgia tersebut menawarkan dirinya telah siap untuk kembali pada performa terbaiknya. Dan diakui, Hazard terlihat jauh lebih hidup dari pertandingan sebelumnya dan itu terlihat dengan andilnya dalam empat gol Chelsea.

Pemain berusia 25 tahun tersebut pun selalu memberikan umpan silang untuk Diego Costa dan William, melalui sisi yang telah dibersihkan oleh Garry Cahill. Akan tetapi momen besarnya baru muncul pada menit ke-67, ketika tendangan bebasnya berhasil membobol gawang City dan menjadikan gol tersebut gol tendangan bebas yang keduanya pada musim ini.

Jika Chelsea benar-benar ingin menyelamatkan piala musim ini, maka Chelsea memerlukan Hazard dalam membangun kinerja tim untuk secara konsisten memberi ancaman gol kepada lawan. Dengan kebugaran yang dimiliki serta kepercayaan diri Hazard yang dapat dipertahankan maka keberuntungan pun akan datang pad The Blues.

Bagaiman Permorma City?

Secara teori keputusan Pellengrini untuk memberikan kesempatan debut pertama kepada enam pemain mudanya bisa dibilang cukup baik. David Faupala (19) yang direkrut dari Lens, mampu menunjukkan penampilan yang baik. Bahkan, pemuda asal Prancis tersebut hanya butuh tiga menit untuk menarik perhatian para penonton ketika ia berhasil menjauh dari kejaran Garry Cahill, melewati Branislav Ivanovic, dan memaksa Thibaut Courtois untuk berjibaku menjaga gawangnya agar tidak kebobolan.

Jadi, sangat tidak mengherankan jika dalam debut pertamanya Faupala berhasil mencetak gol penyeimbang saat memanfaatkan kesalahan Cesar Azpilicueta. Ia pun secara naluriah merayakan gol tersebut di dekat pendukung Chelsea dan menjadi target lemparan koin. Paling tidak itu menjadi pelajaran untuknya agar merayakan gol dekat pendukungnya sendiri. Dan itu akan menjadi di mana ia akan selalu mengingatnya, walapun mungkin pendukung City telah melupakannya.

Siapa Pemain Terbaik dalam Pertandingan?

Yang pasti Edden Hazard menjadi salah satu pemain terbaik dalam pertandingan tersebut, meski penampilannya pada musim ini belum memuaskan. Akan tetapi, dengan tendangan bebasnya yang melewati Willy Caballero dan membuahkan gol, Hazard patut untuk diperhitungkan.

Reaksi
Manajer Manchester City Manuel Pellegrini pun bergerak cepat membela timnya setelah kekalahan.

"Saya merasa bahwa kami bermain baik selama 45 menit dan (mampu) menyamakan kedudukan pertandingan," katanya setelah peluit akhir ditiup.

"Tetapi, dalam lima menit kemudian kami justru membuang pertandingan ini ketika kami menyerang dengan serangan balik. Kami terpaksa (membuat perubahan), (sebab) kami tidak bisa bermain di hari lain. Kami memiliki enam pemain yang mengalami cedera, sehingga tidak bisa memiliki lebih banyak pemain yang cocok untuk pertandingan ini, jadi kami tahu bahwa sulit untuk terus berada di Piala FA."

Ketika Pellegrini ditanya apakah ia menyalahkan jadwal TV dan FA yang menggeser jadwal pertandingan yang membuat mereka kehilangan besar? Ia pun menjawab dengan tegas pertanyaan itu.

"Jangan mengubah kata-kata saya," katanya marah.

"Saya pikir jika kami bermain pada hari Sabtu itu lebih baik bagi kami karena kami (akan) bermain untuk Inggris di Liga Champions. Kami tidak bisa mengambil risiko untuk terus memiliki pemain yang cedera sebab, setelah ini kami akan bertanding melawan tim yang sangat bagus," tuturnya menutup sesi wawancara.


Powered by Blogger.